Senin, 18 Juni 2012

#Story2

The Sign

Seminggu sudah aku berada di ibukota Indonesia ini. Seminggu pula aku terus menemani anak-anak SM*SH mulai dari latihan sampai perform. Seminggu pula aku menjadi lebih dekat dengan Morgan setiap harinya. Walau terlihat agak dingin dari luar, namun ternyata morgan merupakan seorang yang sangat ramah. Sikapnya yang down to earth, friendly dan selalu ceria menambah nilai plus nya di mata ku. yah, seminggu ini aku semakin mengenal sifat Morgan. Mulai dari makanan kesukaannya sampai kebiasaan kecilnya seperti harus ke kamar kecil sebelum perform. Aku merasa sangat nyaman di dekatnya dan banyak berbagi cerita dengannya. Dan kami sering menghabiskan waktu bersama seminggu ini.

Namun, sepertinya misteri waktu memang belum bisa kupahami sebelumnya. Rafael yang seminggu kemarin terlihat sangat ceria, beberapa hari belakangan ini terlihat ada sesuatu yang berbeda darinya. Rafael yang biasanya ceria, kini terlihat murung dan tidak banyak bicara. Rafael yang seperti ini bukannlah Rafael yang aku kenal. Aku sempat bertanya apa ada hal yang menganggu pikiran atau perasaannya? Namun ia hanya menjawab tidak sekedarnya dengan sedikit senyukan. Jujur saja  walaupun ia tersenyum aku sama sekali  tidak percaya akan apa yang dikatakannya. Aku mengenal Rafael sejak kami masih kecil. Aku sudah tau setiap kebiasaannya, bila ia murung seperti ini kalau bukan rencananya yang terganggu pasti ada satu hal yang tidak berjalan sesuai dengan keinginannya. Dalam hati aku berjanji aku harus tau apa yang menganggu Rafael.

***
Sabtu depan merupakan hari yang penting bagi para personil SM*SH dan management mereka. mereka masuk dalam nominasi salah satu ajang penghargaan musik bergengsi di Indonesia. Rencananya juga mereka akan membawakan 3 lagu dalam acara tersebut. Aku tahu mereka sangat peduli akan para fans mereka dan mereka tidak ingin mengecewakan mereka sekalipun, untuk itu hingga sabtu depan mereka akan  berlatih secara intensif untuk menghadirkan performance yang sangat memukau. Seperti biasa, Rafael menjemputku pagi ini untuk menemaninya latihan di salah satu studio tari. Pagi ini juga aku berniat untuk mengetahui apa yang sebenarnya mengganggu Rafael sehingga ia berubah menjadi diam seminggu ini.

“Pagi co” aku langsung tersenyum ceria menyapanya dan masuk ke  mobil Juke Putih Rafael ketika ia sampai di depan rumah

“pagi” senyumnya ala kadar membalas salam ku

Kami pun langsung menuju ke studio tari yang memang sudah biasa digunakan anak-anak SM*SH untuk latihan. Di dalam mobil hanya terdengar lagu ADA CINTA yang diputar pelan, yang kini sudah sering diputarkan di radio-radio tanah air, bahkan sudah menjadi TOP 10 lagu yang sering di request. Aku dan Rafael hanya terdiam di dalam mobil seolah kami baru saja mengenal satu sama lain. Aku tidak suka suasana ini. Aku tidak suka suasana di mana kami hanya diam. Aku tidak suka Rafael yang selalu murung seperti ini. Aku mau suasana yang dulu kembali. Rafael yang selalu tersenyum ceria, bawel, bahkan aku rindu jailnya dia kepada ku.

Aku pun memutuskan untuk memecah keheningan saat itu.

“Wah lagunya kalian diputar lagi” ujar ku ceria

“ehmm..iya”jawab Rafael sekedarnya

“asyik yah sekarang punya banyak fans, banyak yang perhatiin”goda ku lagi berharap Rafel akan merespon seperti dulu

“biasa aja” Katanya datar

Aku mulai bingung, apa sebenarnya yang salah?? Kenapa waktu bisa mengubah sifat seseorang begitu cepatnya?? Hanya seminggu berselang dan sifat Rafael berubah. Ada apa sebenarnya??

***
Sesampainya di studio Rafael masih dengan sikap diamnya. Sikap diamnya ini yang membuat ku tidak nyaman. Ternyata bukan hanya aku yang merasakan perbedaan sikapnya. Rangga dan yang lain pun merasakan perubahan itu. Namun tak satupun dari kami yang mengetahui mengapa Rafael berubah. Akhirnya aku memutuskan untuk menanyakannya nanti saat kami pulang dari latihan.

***
Selama latihan berlangsung, sama seperti hari-hari sebelumnya, aku berusaha untuk mengenal Morgan lebih jauh lagi. Tapi aku melakukannya dengan sangat hati-hati aku tidak mau yang lain tersadar bahwa aku sedang melakukan pendekatan dengan Morgan. Di tengah-tengah break latihan aku udah siap dengan sebotol air mineral di tangan ku yang sengaja aku persiapkan untuk Morgan.

“capek??” tanya ku sambil menyodorkan air mineral itu

“iya nih, gerakannya susah” jawabnya sambil tersenyum

“ cie..cie...Gee.. Morgan aja nih yang ditawarin minum, kita nggak??” goda Bisma

“tenang aja buat kalian juga ada nih..” Kata ku untuk menepis godaan Bisma

Sepanjang break itu aku banyak bertukar cerita dengan Morgan mulai dari hal yang penting sampai hal yang tidak penting. Aku menjadi merasa semakin dekat dengan Morgan. Bahkan ia memberitahu ku bahwa dulu ia pernah punya hubungan dengan seorang temannya yang kini berada di Luar Negeri namun hubungan itu kini sudah putus karena masalah komunikasi. Entah kenapa mendengar hal ini ada perasaan gembira dalah hati ku. aku senang karena Morgan sampai mau berbagi hal yang demikian dengan ku. Aku pun ingin mengenalnya lebih jauh lagi. Siapa Morgan yang sebenarnya??

“ Terus sekarang uda yang gantiin dia di hati kamu??” tanya ku padanya

“Belum. Sekarang aku mau fokus ke karir dulu”katanya

Hati ku langsung ciut mendengar hal ini, seolah harapan ku hilang  bersama dengan perkataannya barusan.

“Tapi yah siapa yang tau, jodoh kan ditangan Tuhan” lanjutnya lagi 

Secercah harapan kembali masuk ke dalam hati ku

“ Kalau kamu Gee?? Pastinya banyak yah yang mau jadi pacar kamu??” tanya nya spontan

“hah??gak kok..aku aja masih nunggu nih yang mau daftar..”kata ku gugup

“ Wahh..aku boleh ikutan daftar dong kalau gitu??” sahut Morgan

Deg..perasaan aku langsung tidak karuan mendengar perkataan Morgan yang satu ini. Aku tidak tahu apakah ia bercanda atau serius dengan perkataannya. Yang jelas aku hanya bisa terdiam memandangnya yang kemudian langsung mengacak rambut ku sambil tersenyum lalu pergi untuk kembali latihan. Aku tidak sempat menjawab pertanyaan itu. Aku ingin berkata “Tentu aja boleh” sekeras mungkin. Tapi hal itu tidak mungkin aku lakukan saat ini. Sepanjang sisa latihan itu aku hanya terdiam memandangi Morgan sambil memikirkan perkataannya apakah serius atau sekedar bercanda.

***
Ketika aku berbicara dengan Morgan di sela break latihan tadi, tak sengaja aku menyadari bahwa Rangga berbicara dengan Rafael berdua. Dilihat dari gerak-gerik mereka, aku tahu pasti Rangga sedang menanyakan kepada Rafael apa yang sebenarnya terjadi. Dan seolah-olah seperti bisa mendengar mereka, aku yakin sekali bahwa Rafael memberikan alasannya kepada Rangga akan sikapnya belakangan ini.
***
Selesai latihan awalnya aku ingin menanyakan maksud dari perkataan Morgan tadi, namun sayang ia harus segera pergi karena harus melakukan suatu hal yang aku tidak tahu apa itu. Tapi yah sudah lah aku akan menanyakannya nanti.

Akhirnya aku memutuskan untuk menemui Rangga yang sedang sendirian untuk membereskan perlengkapnnya. Aku benar-benar ingin mengetahui alasan Rafael dengan sikap diamnya belakangan ini yang cukup membuat ku uring-uringan juga.

“Rangga” sapa ku ketika ia sedang beres-beres

“ Tadi ngobrol sama cocoh yah??” kata ku lagi

“ Iya” katanya sambil terus membereskan barangnya

“Terus??” tanya ku

“Terus apanya??”

“Terus kenapa jadinya cocoh diam gitu??” selidik ku

“kamu mau tau?? Biasanya kamu bisa tau duluan kalau Rafael diem kayak gitu kenapa” kata Rangga

“Pasti ada yang sesuai sama planning-nya yah??” tebak ku

“ehm..yah kurang lebih..” Rangga membuat ku penasaran

“Planning apa??” tanya ku lagi


“Gee..biasanya kalau masalah kayak gini kamu pasti lebih peka.. masa sekarang kamu gak sadar sih? Jangan –jangan sebenarnya bukan Rafael yang berubah tapi kamu yang berubah”

“hah??maksudnya apaan sih??” aku menjadi semakin bingung

“ Coba kamu pikirin..selama ini apa yang pernah Rafael ceritain ke kamu?? Apa rencana-rencanyanya yang pernah diutarain ke kamu?? Kamu pikirin deh.. aku pulang dulu yah” kata Rangga menutup perbicangan itu dengan senyuman yang misterius.

***
Perkataan Rangga membuat ku sangat penasaran. Aku berubah?? Apanya yang berubah?? Apa waktu juga yang merubah aku?? tapi aku tidak merasakan suatu perubahan dalam hidup ku. Aku tetap aku yang dulu. Atau mereka yang berubah?? Apa mereka yang sudah tidak mengenal ku lagi??
Waktu..Waktu..semua memang masalah waktu. Ia bisa merubah segalanya. Ia juga yang bisa menjawab segalanya. Apa waktu juga yang membuat ku melupakan satu hal penting yang seharusnya tidak aku lupakan?? Kenapa semua nya menjadi rumit??

Kenapa Morgan harus tiba-tiba mengatakan kalimat itu?? “Wahh..aku boleh ikutan daftar dong kalau gitu??” sahut Morgan. Kenapa Rafael tiba-tiba berubah dengan drastisnya??Kenapa Rangga mengatakan aku berubah ada apa sebenarnya??Apakah aku membutuhkan waktu untuk memecahkan semuanya??

TO BE CONTINUE...

-F-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar